Beasts of No Nation

Beasts of No Nation (2015)

Sulit untuk mengetahui angka pasti namun UNICEF pada tahun 2015 memperkirakan ada sekitar 300.000 anak-anak yang terlibat dalam perang bersenjata di seluruh dunia. Tidak seluruhnya sebagai tentara namun lebih tepatnya mereka dipekerjakan untuk keperluan perang. Sebagian dari anak-anak yang ikut berperang tersebut berada di wilayah konflik di benua Afrika. Senjata api adalah kutukan bagi benua Afrika. Konflik agama, suku maupun politik kemudian berubah menjadi perang berkepanjangan di benua dimana AK-47 adalah barang yang murah dan mudah didapatkan ketimbang bahan makanan. Somalia, Kenya, Uganda, Angola, Kongo, Afrika Tengah dan negara-negara lain silih berganti digerogoti perang. Sumber daya manusia yang terbatas akhirnya mengakibatkan anak-anak direkrut untuk bertempur di garis depan perang. Beasts of No Nation (2015) adalah sebuah film karya Cary Joji Fukunaga (Jane Eyre, Sin Nombre) diangkat dari buku karya Uzodinma Iweala yang mengisahkan pedihnya dunia anak-anak yang dilibatkan sebagai tentara dalam perang.

Beasts of No Nation (2015) bercerita tentang bocah bernama Agu (Abraham Attah) yang hidupnya seketika harus berubah ketika perang melanda negerinya. Setelah ibunya harus meninggalkannya untuk mengungsi, ayah dan kakaknya dibunuh oleh pasukan pemerintah yang menyangka mereka pendukung pasukan pemberontak (NDF). Agu yang melarikan diri ke hutan ditemukan oleh pasukan NDF. Agu kemudian dijadikan sebagai tentara dibawah pimpinan Komandan (Idris Elba) dengan proses perekrutan sekaligus pencucian otak. Dari seorang bocah lugu yang ceria Agu berangsur berubah menjadi tentara yang pemberani dan tak kenal kasihan.

Beasts of No Nation (2015) tidak menyebutkan di negara mana film ini terjadi. Namun sepertinya inilah gambaran yang terjadi di negara-negara Afrika yang sedang berperang. Bangsa Afrika adalah bangsa yang riang. Mereka suka bernyanyi dan suka menari. Namun ketika perang terjadi mereka menjadi buas dan brutal. Paramiliter dengan kedisiplinan dan atribut seadanya yang terlihat konyol namun bengis dan tanpa takut. Tidak ada ruang untuk ampunan.

Perang selalu saja menyedihkan, namun Beasts of No Nations (2015) menyuguhkan kenyataan yang jauh lebih mengerikan. Tentu saja kekuatan film ini adalah perang dari sudut pandang seorang Agu, seorang bocah riang yang kemudian dijejali doktrin dan sugesti hingga sanggup membunuh orang yang bahkan ia tak kenal. Lihat saja adegan Agu dan temannya Strika mencincang tawanan yang dianggap tentara musuh, begitu horor. Bukan hanya kekerasan, Agu juga kemudian akrab dengan narkotika, menyaksikan perkosaan dan segala kejahatan perang. Abraham Attah memerankan Agu dengan bagus. Begitu pula Idris Elba (Pacific Rim, Prometheus) sebagai Komandan. Agu dan Komandan, sebenarnya sama-sama tertipu. Tidak hanya mereka, semua orang yang terlibat dalam perang adalah orang-orang yang tertipu dan berujung pada kesia-siaan. Bahkan ketika perang telah usai, bagi Agu sulit untuk kembali menemukan dirinya yang terlanjur tersesat.

Meskipun Beasts of No Nation (2015) adalah cerita fiksi namun film ini mengangkat dengan bagus fenomena tentara anak-anak yang selama ini mungkin hanya kita dengar atau lihat di berita.

Beasts of No Nation (2015) on IMDb

Tinggalkan Balasan