Jack Reacher : Never Go Back (2016)

Mungkin anda akan sedikit kebingungan, setting waktu Jack Reacher sekarang terjadi setelah berapa lama dari Jack Reacher sebelumnya. Perlu anda ketahui, Jack Reacher: Never Go Back diangkat dari serial novel Jack Reacher ke 18 karya Lee Child, sementara film sebelumnya diangkat dari novel ke 9 One Shot. Wajarlah jika tidak ada koneksi cerita antara keduanya dan terasa melompat. Setelah di film yang pertama tidak memberikan pondasi yang jelas mengenai siapa sebenarnya Jack Reacher. Sekarang tiba-tiba ia muncul lagi, berhubungan kembali dengan dunia militer yang dalam film sebelumnya ia jauhi.

Selang empat tahun setelah film pertama, Jack Reacher bertemu dengan Susan Turner (Cobie Smulders), seorang Mayor Angkatan Darat yang menyelidiki kejanggalan kematian dua investigator bawahannya ketika bertugas di Afghanistan. Kasus ini berbalik menjadi fitnah dan berujung pada penahanan bagi Susan Turner. Reacher berusaha menyelamatkan Susan Turner dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Rupanya dua investigator bawahan Susan Turner dibunuh oleh kelompok tentara bayaran yang bernama Parasource. Parasource sendiri disewa oleh pejabat militer yang melangsungkan praktik kotor berkedok pengiriman senjata dari timur tengah. Untuk menutupi sepak terjangnya Parasource kemudian berusaha menghabisi Reacher dan Susan Turner.

Agak berjudi ketika Jack Reacher muncul lagi sebagai sekuel, mengingat film sebelumnya bukan film yang istimewa. Namun agaknya ambisi Cruise sebagai produser sekaligus aktor utama sedemikian besar. Apalagi kali ini dia menggandeng sutradara handal Edward Zwick (Love & Other Drugs, Defiance) yang pernah sukses bekerjasama dengan Cruise dalam epic The Last Samurai. Namun sayangnya Jack Reacher: Never Go Back tidak menawarkan lebih dari film sebelumnya. Ceritanya berbalut skandal konspirasi dan intrik terasa dangkal dan gagal memancing rasa penasaran.

Skenario yang kali ini ditulis oleh Richard Wenk (Magnificent Seven, Equalizer) banyak menyisipkan dialog lucu meskipun beberapa terpeleset menjadi garing. Sentuhan sentimentil antara Reacher dengan anaknya, Samantha Dayton (Danika Yarosh), pun sekedar menjadi drama ringan diantara hiburan adegan perkelahian dan baku tembak. Cobie Smulders (The Avengers, Captain America) kali ini mendapatkan kesempatan besar mendapat porsi utama. Setelah muncul sebentar-sebentar di antara superhero Marvel, film ini bisa jadi batu loncatan untuk peran-peran selanjutnya. Namun selain karena kecantikannya, Cobie harus berusaha keras menilik performa aktingnya di film ini.

Menonton Jack Reacher kita akan gatal untuk membandingkannya dengan jagoan solo yang identik semisal Jason Bourne (Matt Damon), Bryan Mills (Liam Neeson)  dalam trilogi Taken, atau yang paling dekat Christ Wolff (Ben Affleck) si Akuntan. Sayangnya tidak ada yang spesifik yang ditawarkan oleh Jack Reacher dibanding jagoan sejenis. Mungkin sedikit bosan kembali menonton jagoan eks militer atau agen terlatih, dengan keahlian berkelahi dan baku tembak serta insting tajam bak peramal tanpa didukung cerita yang kuat.

Jack Reacher: Never Go Back benar-benar bergantung pada magnet seorang Tom Cruise untuk memikat penggemarnya dan ini masih efektif mengundang penonton.

Tinggalkan Balasan