kong

Kong: Skull Island (2017)

Sejak film pertama di tahun 1933, legenda Kong sudah beberapa kali muncul di layar lebar. Si kera raksasa mengalami transformasi seiring perkembangan teknologi perfilman. Sudah ada tujuh versi film Kong sejak tahun 1933 hingga versi terakhir tahun 2005. Meskipun dengan cerita yang tak jauh berbeda dan sebagian besar ditutup dengan kematian Kong yang menyedihkan namun tetap saja ketika sebuah versi baru dari Kong muncul lagi ke layar lebar selalu dibarengi dengan ekspektasi yang tinggi. Dua belas tahun setelah King Kong (2005), kini muncul kembali versi terbaru Kong: Skull Island (2017) besutan sutradara Jordan Vogt-Robert (The Kings of Summer).

Mengambil setting 70’an usai Amerika terlibat dalam perang Vietnam, cerita dimulai dengan sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Bill Randa (John Goodman) yang meminta bantuan pihak tentara. Mereka akan mengadakan observasi ke sebuah pulau terasing yang disebut sebagai Skull Island. Pasukan yang dipimpin oleh Preston Packard (Samuel L. Jackson) kemudian bergabung dengan para peneliti, ahli geologi, dan wartawan menuju ke pulau yang belum pernah terjamah karena dikelilingi oleh badai abadi di sekeliling pulau.

Dengan alasan meneliti fenomena tanah kopong di dalam pulau maka pihak tentara setuju untuk menjatuhkan bom ke dalam area pulau. Meskipun sebenarnya permintaan untuk menjatuhkan bom adalah muslihat dari Bill Randa untuk mengundang kedatangan mahluk raksasa penunggu pulau. Mahluk raksasa itu adalah Kong, kera raksasa yang sebenarnya pelindung bagi suku asli penghuni pulau dari serangan mahluk predator berbentuk kadal raksasa berkaki dua. Cerita kemudian dihabiskan dengan upaya anggota tim yang tersiksa untuk keluar dari pulau berbahaya tersebut disamping upaya balas dendam Preston Packard untuk membunuh Kong yang telah membunuh anak buahnya.

Jika banyak yang bertanya apakah ini sekuel dari King Kong (2005) maka jawabannya adalah sama sekali tidak. Bahkan Kong yang muncul pun berbeda baik dari wujud maupun ukuran, pendekatan ceritanya pun berbeda. Dibanding dengan film sebelumnya, Kong dalam versi 2017 mempunyai ukuran lebih besar empat kali lipat. Jika Kong versi Peter Jackson adalah gorilla berukuran raksasa dengan ukuran kurang lebih 25 kaki (7,6 meter) maka di film yang sekarang Kong adalah kera raksasa yang berdiri tegak dan berjalan dua kaki dengan tinggi mencapai 100 kaki (30,4 meter).

Maaf jika kemudian saya gatal untuk membandingkan Kong terbaru ini dengan versi Peter Jackson. Mungkin karena sampai saat ini versi Peter Jackson masih melekat dikepala sebagai film yang luar biasa. Kecuali ukuran Kong yang fantastis dan kemajuan CGI yang menjadikan lebih spektakuler secara visual, rasanya tidak ada yang menjadi kelebihan versi terbaru dibanding King Kong (2005). Entah karena narasi yang melompat-lompat dan terburu-buru, saya tidak merasakan adanya alur cerita yang bisa dinikmati. Tidak ada emosi dan ketegangan memikat yang ditimbulkan selama durasi 2 jam film ini meskipun film ini mempunyai potensi yang cukup. Kengerian dan ketakutan menjadi remeh akibat aksi sok-sokan seorang antagonis Preston Packard (dan karakter lain) menghadapi mahluk setinggi gedung 10 lantai ini. Heroik terpeleset menjadi membual.

Jajaran cast seakan menjadi tak penting lagi ketika karakter yang dibawakannya terasa dangkal. Tom Hiddleston (Crimson Peak, Thor) saya kira menjadi penampil yang paling lumayan di film ini. Ia terlihat takut dan serius menghadapi kegilaan mahluk-mahluk penghuni Skull Island.  Lupakan yang lain, bahkan Brie Larson (Room, Digging for Fire) sekedar terlihat cantik tidak lebih. Ia tak cukup membangun chemistry khas antara Kong dengan wanita cantik baik hati  seperti yang pernah Naomi Watts lakukan di King Kong (2005).

Sebagai sebuah film berbajet besar, Kong: Skull Island (2017) cukup menghibur dan layak ditonton. Apalagi seperti yang sudah saya singgung diatas, adegan-adegan yang melibatkan mahluk-mahluk raksasa di Skull Island adalah pemandangan yang spektakuler. Setidaknya anda tidak akan bosan ditempat duduk dan menikmati kehebatannya. Mari berkenalan dengan Kong versi terbaru ini sembari menunggu ia menemukan musuh yang sepadan di tahun 2020 nanti dalam Godzilla vs Kong yang sebelumnya pernah bertemu di King Kong vs Godzilla (1962).

Kong: Skull Island (2017) on IMDb

Tinggalkan Balasan