land of mine

Land of Mine (2015)

a.k.a Under Sandet

Perang itu kejam, perang itu nestapa. Perang menciptakan cerita sedih yang tiada habisnya, baik yang ditulis secara gamblang oleh sejarah maupun ceruk-ceruk kekejaman yang kisahnya tak terekspos. Land of Mine (2015) adalah sebuah dramatisasi jempolan dari sebuah fakta kekejaman perang yang terjadi menjelang kekalahan Nazi di eropa khususnya di Denmark.

Jika biasanya film perang yang melibatkan Jerman mengangkat kekejaman Nazi, Land of Mine (2015) sebaliknya menyorot kejahatan perang yang dialami para serdadu Nazi yang ditawan oleh sekutu saat akhir pendudukan Jerman di Eropa. Para serdadu Jerman yang ditawan menjadi sasaran kebencian dan pembalasan atas kekejaman Nazi saat berkuasa.

Land of Mine (2016) menceritakan penempatan paksa terhadap para tawanan Jerman yang terdiri dari remaja-remaja di bawah umur. Mereka dipaksa membersihkan puluhan ribu ranjau yang diletakan oleh Jerman di sepanjang pantai barat Denmark selama pendudukan Nazi. Di bawah pimpinan Sersan Carl Rasmussen yang keras, sebelas serdadu ingusan dipaksa untuk membersihkan 45.000 ranjau di di sepanjang pantai.

Faktanya, sepanjang pendudukan Nazi diperkirakan telah menanam sekitar 2,2 juta ranjau darat disepanjang pantai Denmark untuk menghalau kedatangan pasukan sekutu. Program paksa pembersihan ranjau sendiri melibatkan kurang lebih 2.000 tawanan dan hampir separuhnya menemui kematian maupun cacat. Hal ini dicatat sebagai kejahatan perang terburuk yang dilakukan pemerintah Denmark. Untuk mendukung keotentikan film ini, kabarnya pengambilan gambar  Land of Mine (2015) dilakukan di tempat aslinya.

Seingat saya baru kali ini saya menonton film produksi Denmark. Pun tak ada satupun cast di film ini yang saya tahu. Namun akting mereka sangat berhasil menurut saya, terutama penampilan Rolland Muller yang berperan sebagai Sersan Carl Rasmussen. Sersan Carl Rasmussen adalah representasi manusia yang pada dasarnya baik namun keadaan perang membuat dia berbuat buruk. Begitu pula dengan para cast remaja pemeran tawanan perang. Muka-muka polos para serdadu ingusan yang selalu murung. Sebagian dari mereka bahkan belum benar-benar terlibat perang namun nasib melemparkan mereka ke dalam keadaan yang menyedihkan. Para cast remaja tersebut memerankannya dengan sangat baik para ABG  yang alih-alih menikmati masa remajanya, malah harus terasing menjadi tawanan perang yang diperlakukan tak manusiawi.

Land of Mine (2015) menampilkan kisah yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Menggambarkan fakta bahwa berada dipihak manapun, perang membawa kepahitan bagi semua pihak. Seperti juga derita perang, bagi saya akhir film ini juga tak benar-benar selesai. Saya masih memikirkan bagaimana nasib Sersan Rasmussen setelahnya. Semoga nasibnya baik-baik saja. Jika ada film yang membuat saya bersyukur tidak hidup dalam suasana perang maka Land of Mine (2016) ini adalah salah satunya.

Land of Mine (2015) on IMDb

Tinggalkan Balasan