live by night

Live by Night (2016)

Periode 1920 sampai dengan 1933 pemerintah AS melarang segala jenis penjualan alkohol yang juga disebut era Prohibition atau era Pelarangan. Tujuannya adalah mengurangi dampak buruk alkohol seperti kekerasan, kecelakaan, kriminal dan berbagai tindakan amoral yang dipicu oleh konsumsi alkohol. Namun, pemerintah AS ternyata tidak sepenuhnya menyadari dampak buruk pelarangannya. Sebut saja maraknya alkohol ilegal, penyelundupan, hingga hancurnya cukai. Pelarangan alkohol justru mengacaukan masyarakat dengan cara lain, mendorong perkembangan aktivitas kriminal bawah tanah yang merajalela, terorganisir dan meluas. Live by Night (2016) adalah kisah fiktif bersetting Boston pada era Prohibition yang menyuburkan aktivitas gangster dan segala macam aksi kekerasannya.

Live by Night (2016) adalah film ke-4 yang disutradarai oleh Ben Affleck (Argo, The Town). Ini juga adalah kali kedua Ben Affleck mengadaptasi novel karya Dennis Lehane setelah film apik Gone Baby Gone (2007). Live by Night (2016) sendiri berkisah tentang Joe Coughlin (Ben Affleck), seorang Irlandia eks tentara perang dunia I yang bertekad untuk terjun ke dunia kriminal. Tahun 1926, meskipun dunia kriminal Boston saat itu dikuasai oleh dua kekuatan besar yaitu gangster Italia Maso Pescatore dan gangster Irlandia Albert White, Joe Coughlin menolak untuk tunduk pada keduanya. Hubungan cintanya dengan gundik Albert White bernama Emma Gould (Sienna Miller) kemudian menyeretnya kepada permusuhan terhadap Albert White. Setelah bebas dari penjara akibat perampokan bank yang membuat polisi terbunuh, Joe Coughlin akhirnya bergabung dengan Maso. Tujuannya tak lain adalah menghancurkan Albert White, sekaligus membangun kerajaan bisnis kotornya sendiri.

Permusuhan dua kekuatan besar mafia Italia dan Irlandia seolah adalah versi fiktif dari sejarah permusuhan Al Capone vs Bugs Moran. Al Capone disini adalah Maso sementara Bugs Moran adalah Albert White, sementara Chicago yang menjadi wilayah perebutan Capone vs Moran, dalam Live by Night (2016) settingnya adalah Boston. Jika ada sentuhan baru di Live by Night (2016) menurut saya adalah kali ini gangster ditampilkan dengan ‘lembek’ dan manis. Joe Coughlin bukan gangster berdarah dingin, meskipun otaknya pandai. Ia lebih tepat sebagai negosiator ulung dan ahli gertak yang licik. Yang menarik adalah pentingnya peran seorang Dion Bartolo (Chris Messina) sebagai sahabat, orang kepercayaan, penasehat sekaligus eksekutor bagi Joe Coughlin.

Bukan film gangster jika tak mengumbar kekerasan dan baku tembak, namun Live by Night (2016) adalah versi gangster yang banyak ‘pakai hati’. Ben Affleck berperan bagus menjadi gangster yang tampan sekaligus baperan  ala Joe Coughlin. Live by Night (2016) banyak berbicara tentang romantisme selain konflik bersenjata. Segala macam konflik dan perang bisnis yang dilalui Joe kemudian menjadi kabur oleh kisah cinta Joe. Entah mana yang lebih penting namun keduanya malah tidak memberikan kesan yang kuat alias tumpang tindih. Kalaupun ada yang membuat saya terkesan justru adalah hubungan Joe Coughlin dengan ayahnya Thomas Coughlin (Brendan Gleeson) yang cukup membekas meskipun hanya bagian kecil dari film ini.

Dari keempat film karya Ben Affleck mungkin Live by Night (2016) adalah film yang paling lemah meskipun didukung oleh cast yang lumayan mentereng. Namun untuk sebuah film gangster, Live by Night (2016) cukup unik dan menghibur. Asal tidak buru-buru over ekspektasi, tidak percuma anda menontonnya.

Live by Night (2016) on IMDb

Tinggalkan Balasan