logan

Logan (2017)

Logan (2017) adalah film ketiga dari seri Wolverine setelah sebelumnya X-Men Origin : Wolverine (2009) dan The Wolverine (2013). Film besutan James Mangold (The Wolverine, Walk the Line) ini juga menjadi film terakhir bagi Hugh Jackman memerankan si serigala adamantium Wolverine alias Logan. Sangat disayangkan memang terutama bila mengingat bahwa karakter Wolverine sudah sedemikian lekat dengan Hugh Jackman. Namun alasan umur dan sakit kanker yang kabarnya membuat Hugh Jackman memutuskan pensiun sebagai Wolverine disamping ia sendiri tak ingin membuat para penggemar merasa bosan dengan dirinya sebagai Wolverine. Walaupun untuk alasan yang terakhir sepertinya tak terasa tepat menurut saya apalagi setelah menonton Logan (2017).

Diceritakan tidak ada mutan yang tersisa lagi didunia ini kecuali Logan. Namun sebenarnya Logan tidak sendirian, di tempat tersembunyi ia dibantu oleh Caliban (Stephen Merchant) merawat Profesor Charles Xavier (Patrick Stewart) atau Prof. X yang sudah uzur dan sakit-sakitan. Mereka adalah mutan yang tersisa dan bersembunyi dari para pihak-pihak yang masih menginginkan dan mengincar kekuatan mereka. Sebuah institusi jahat yang dipimpin oleh Pierce (Boyd Holbrook) berusaha menciptakan turunan mutan yang diambil dari gen-gen mutan terdahulu. Objek percobaan ini diciptakan oleh Dr. Rice yang kemudian dinamakan X-23. Sayangnya produk mutan ini dianggap gagal dan akan dimusnahkan. Para X-23 ini berhasil meloloskan diri sebelum dimusnahkan, salah satunya adalah Laura Kinney (Dafne Keen) mutan yang diciptakan dari gen Logan dan dianggap sebagai keturunan Wolverine. Logan harus bertempur untuk melindungi ‘anaknya’ Laura Kinney dari ancaman pasukan Pierce yang hendak menghabisi mutan-mutan yang masih ada.

Jika dalam kehidupan nyata Hugh Jackman sudah merasa tua dan pensiun memerankan Wolverine, maka setali tiga uang dengan filmnya, kali ini Wolverine alias Logan juga ditampilkan sedang menderita, tua dan merasa tak pantas lagi untuk memerangi tiran. Ia memilih mengasingkan diri untuk menyembunyikan identitasnya. Si jagoan kini berprofesi sebagai sopir taxy online yang rapuh akibat racun yang mengendap ditubuhnya dan menjadi junkie yang lebih sering menenggak alkohol ketimbang berbicara.

Sosok wolverine tinggal menyisakan cakar kuat ditangannya, selebihnya Logan adalah manusia biasa. Keadaannya yang semakin payah, tak ada lagi kemampuan menyembuhkan diri ditambah rasa kesepian dan terasing dari dunia luar. Hal itu bukan cuma dialami oleh Logan, namun dua mutan yang tersisa yaitu Caliban dan Profesor X. Bahkan keadaan Profesor X lebih menyedihkan. Ia menjadi kakek tua yang tak berdaya di tempat tidur,  sesekali mengigau dan harus mengkonsumsi obat-obatan anti epilepsi. Patrick Stewart yang mendapatkan porsi lumayan banyak dalam film ini membayar dengan totalitas penampilannya sebagai Profesor X yang jompo dan penyakitan, termasuk menurunkan drastis berat tubuhnya.

Keunggulan film ini adalah menampilkan mutan jagoan ditampilkan dengan sisi keterpurukannya sebagai manusia. Sangat bagus James Mangold memilih pendekatan humanis ketimbang pameran kekuatan superhero dengan spesial efek yang mungkin justru membosankan. Drama yang ditampilkan pun bukan sekedar tempelan garing. Bahkan interaksi Profesor X, Logan dan Laura Kinney seolah adalah hubungan antara kakek, ayah dan cucu yang dengan pintar diselipkan menjadi drama keluarga didalam sebuah film superhero. Beberapa adegan dan dialog diantara mereka sukses memancing tawa diantara adegan action dan kekerasan yang dimunculkan.

Meskipun tidak ada pertunjukan CGI yang jor-joran, tak mengurangi  bagusnya aksi-aksi pertempuran dan perkelahian yang memikat mata terutama karena faktor kesadisannya. Saya sangat menikmati bagaimana sadisnya cakar-cakar Wolverine main tusuk dan tebas kepada para musuhnya. Sepertinya inilah film Marvel dengan perkelahian paling brutal, yang seharusnya lebih pantas ditonton oleh orang dewasa. Perlu kehati-hatian untuk memberikan tontonan pada mereka yang belum cukup umur dengan memperhatikan rating umur (cukup disayangkan, di dalam bioskop saya melihat banyak anak-anak yang ikut menonton).

Logan (2017) on IMDb

Satu tanggapan untuk “Logan (2017)

  1. Sangat di syg kan film x-men (logan 2017) harus tamat dg di paksa, pdhl ikatan film antara logan dan prof x (charles) maupun magneto sgt berkaitan erat dg hati para penggemar, dg hilangnya tokoh tersebut saya tdk yakin film xmen yg akan dtg akan jauh lebih baik dr sblm nya.
    Mengingat film superhero lain yg tayang sampai 3 season, dan saat season 4 tokoh nya sudah di ganti dan itu membuat para penggemarnya tdk mau menonton nya lagi, yah itu adalah film si laba laba, pasti kita tau kan, tnpa saya sebutkan judul film asli nya.
    Mungkin ini cuma gambaran saja yg saya sampaikan buat produser nya, makasih

Tinggalkan Balasan