manchester by the sea

Manchester by the Sea (2016)

Pernahkah anda merasa sedemikian bersalah hingga penyesalan itu berkerak didalam tubuh anda? Penyesalan mengajak teman dekatnya yang bernama kesedihan untuk kemudian tumpang tindih dirasakan dalam sisa hidup anda. Seumur hidup anda akan memanggul sebuah karung besar di tengkuk bernama kesalahan masa lalu. Yang ada dikepala anda setiap menit adalah kata-kata “aku yang bersalah”, “andaikan aku begini, atau begitu, tidak begini, tidak begitu dst…”. Jangankan orang lain, anda sendiri jadi tidak mengenali siapa anda sekarang, sampai-sampai anda merasa ingin menjauh dari kehidupan anda sebelumnya. Kalaupun anda tak memilih bunuh diri itu karena anda ragu setelah kematian itu seperti apa, jangan-jangan malah lebih buruk. Lee Chandler (Casey Affleck) dalam Manchester by the Sea (2016) adalah orang yang kira-kira mengalami kondisi seperti yang saya gambarkan di atas.

Lee Chandler adalah orang yang bahagia sebelumnya. Hidup di kota kecil di pinggir laut, istri cantik dengan tiga anak yang masih lucu-lucu. Lee punya banyak teman. Sesekali ia menghabiskan waktu dengan kakak lelakinya Joe (Kyle Chandler) dan anak Joe yang bernama Patrick.  Sampai suatu saat karena kelalaiannya, sebuah tragedi menimpa dan menyebabkan kehilangan yang sangat menyakitkan baginya. Kejadian yang membuat ia harus meninggalkan kampung halamannya Manchester dan menetap di Boston, mengubur masa lalu dan melanjutkan hidup. Setelah 7 tahun mengasingkan diri, Lee harus kembali ke Manchester ketika Joe Chandler sang kakak meninggal dunia akibat serangan jantung. Lee harus bertemu lagi dengan tempat dan orang-orang yang selama ini ia hindari termasuk mengurus Patrick, keponakannya.

Sepeninggal ayahnya Patrick tak mempunyai kerabat dekat yang bisa mengasuhnya kecuali Lee. Lee yang sudah tak tertarik dengan apapun tiba-tiba harus menerima tanggung jawab mengasuh Patrick. Tanpa disadari oleh Lee, Patrick adalah kepingan masa lalunya yang masih bisa ia perbaiki. Semua di Manchester adalah orang lain bagi Lee sekarang termasuk mantan istrinya Randi (Michelle Williams) namun Patrick adalah hubungan darah yang masih tersisa di Manchester. Dengan Patrick ia masih memiliki kasih sayang paman-keponakan yang tak berubah. Sanggupkah Lee hidup lagi di Manchester dan bertanggung jawab terhadap kehidupan Patrick sementara ia sendiri adalah manusia dengan jiwa yang mati.

Soal menjadi orang yang sangat sedih, rasanya tak ada yang seberhasil Casey Affleck (The Finnest Hour, The Killer Inside Me) di film ini. Casey Affleck dengan sempurna berakting menjadi orang yang kosong tak berjiwa, lemas, ketus namun tetap tak kehilangan kharismanya. Si pemurung yang tidak meminta belas kasihan namun sebaliknya membuat kita bersimpati dan maklum bahwa ia telah berjuang sedemikian hebat melawan kesedihannya. Sedemikian bagusnya Casey Affleck berakting hingga rasanya saya akan selalu melihat Lee Chandler dalam diri Casey Affleck.

Manchester by the Sea (2016) adalah film tentang kehidupan dan rasa sakit dengan pesan moral bahwa kesediaan untuk melakukan sesuatu yang didasari kasih sayang akan menjadi semacam jalan keluar dari pahitnya tragedi. Kenneth Lonergan sebagai sutradara dan penulis film ini berhasil menyajikan cerita yang mudah dimengerti untuk sebuah situasi yang sulit ketika seseorang tertimpa sebuah tragedi. Sulit karena banyak orang yang yang tak bisa menemukan jalan keluar sementara roda hidup terus berjalan, namun bisa saja menjadi mudah karena roda kehidupan jugalah yang membawa kita pada solusi pada akhirnya. Waktu menyembuhkan segalanya namun kesembuhan pun harus diupayakan atau paling tidak ditemukan baik secara sengaja maupun tidak.

Manchester by the Sea (2016) on IMDb

 

Tinggalkan Balasan