Passengers

Passengers (2016)

Di perfilman Amerika ada sebuah survey tahunan bernama Black List yang berisi daftar paling disukai dari skenario-skenario film yang belum diproduksi. Sejak survey pertama tahun 2005 telah ada ribuan skenario yang di polling sebagai paling disukai. Lebih dari sepertiga dari daftar skenario tersebut sudah diangkat ke layar lebar dan menghasilkan film-film yang berkualitas, sebagai contoh antara lain The King’s Speech (2010), Life of Pi (2012), Argo (2012), American Hustle (2013), Spotlight (2015) dan Revenant (2015) dan banyak lagi film sukses baik secara komersil ataupun penghargaan. Tahun 2007, skenario film karya Jon Spaihts berjudul Passengers menempati urutan atas sebagai naskah paling disukai di website Black List. Kini 9 tahun sesudahnya Passengers (2016) tersebut telah diproduksi dan rilis dipenghujung tahun 2016 dengan Morten Tyldum (The Imitation Game, Headhunters) sebagai sutradara. Peraih Oscar Jennifer Lawrence (The Hunger Games, Silver Linings Playbook) serta aktor Chris Pratt (Guardian of the Galaxy, Jurrasic World) sebagai pemeran utama film ini.

Dengan premis survival sepasang kekasih di sebuah pesawat antar bintang yang sendirian di luar angkasa, film ini sebetulnya memberikan kesegaran film roman yang kali ini diberi sentuhan sci-fi. Di awal film kita diperlihatkan pada adegan menarik ketika Jim Preston (Chris Pratt) tiba-tiba terbangun setelah berhibernasi selama 30 tahun. Tanda tanya besar apa yang sebenarnya dialami Jim kemudian bergeser pada jawaban yang membuat kita tersenyum, alih-alih bersimpati kepada kemalangan yang dialami Jim. Cukup menghibur melihat usaha Jim mengatasi keadaan. Adegan mengirim pesan yang bakal diterima bumi 15 tahun lagi dan balasan yang kira-kira sampai 55 tahun lagi bahkan membuat saya terpingkal-pingkal.

Keputusan Jim ‘bertemu’ dengan Aurora Lane (Jennifer Lawrence) kemudian merubah film ini menjadi film romantis. Berangsur film ini mudah ditebak dan cenderung datar. Setiap hari berdua kemudian saling membutuhkan dan menjalin cinta sebelum dosa Jim terungkap oleh Aurora dan menjadi konflik dalam hubungan mereka. Film ini kemudian dihabiskan pada aksi heroik Jim untuk menyelamatkan kehidupan sekaligus pembuktian bahwa keputusan Jim untuk bertemu Aurora adalah benar. Cinta tak pernah salah.

Hampir sepanjang film semua adegan berlangsung di dalam lambung pesawat antar galaksi Starship Avalon yang settingnya cukup menarik. Interior, gawai dan fasilitas didalam pesawat yang digunakan sepanjang film cukup memikat mata. Kamar tidur, kolam renang, tempat makan bahkan bar ditampilkan minimalis namun dengan khayalan teknologi tinggi. Efek CGI  sukses menyajikan Starship Avalon dengan pemandangan langit nan luas cukup membuat kita merasa terkucil di alam semesta ini meskipun kita pernah melihat yang lebih sepi dan agung di Gravity (2013).

Dua cast utama film ini meskipun tidak terlalu intens namun keduanya pantas untuk disandingkan. Setidaknya bukan akting terbaik namun kredit tersendiri keduanya tampil begitu rupawan. Bisa dibilang ini adalah penampilan terganteng Chris Pratt dibanding film-filmnya terdahulu. Sementara untuk Jennifer Lawrence, kita tahu dia selalu mempesona.

Passengers (2016) bukan sajian yang istimewa, namun roman berbalut sci-fi ini cukup menghibur.

Passengers (2016) on IMDb

Tinggalkan Balasan