split

Split (2016)

Ada dua hal setidaknya yang membuat saya begitu menantikan film Split (2016). Pertama, M. Night Shyamalan. Kedua, tema film ini.

Untuk alasan yang pertama, saya adalah penggemar M. Night Shyamalan. Tentulah saya mulai menyukai karya sutradara ini sejak horor fenomenal The Sixth Sense (1999). Sejak saat itu saya menjadikan M. Night Shyamalan sebagai sutradara favorit terutama untuk genre thriller dan misteri. Meskipun tidak semua filmnya berhasil, ambil contoh Lady in the Water (2006), The Last Airbender (2010) atau After Earth (2013) yang sangat mengecewakan, namun sekiranya masih tak kehilangan kepercayaan saya kepada seorang M. Night Shyamalan. Apalagi dua film yang terakhir saya sebutkan bukan genre film spesialis sutradara berdarah India ini. Kerinduan saya agak terobati dengan The Visit (2015), meskipun tidak sukses secara komersil namun di film ini sentuhan misteri, suspense, dan twisted  M.Night Shyamalan hadir kembali. Nah, tak ada alasan lagi untuk saya tak menantikan Split (2016) sebagai (mungkin) kebangkitan kembali M. Night Shyamalan.

Alasan kedua film ini saya tunggu adalah tema film yang saya pikir cukup menantang tentang kepribadian ganda. Mungkin sudah ada film yang mengangkat DID alias Dissociative Identity Disorder alias kepribadian ganda sebelumnya, semisal film luar biasa Fight Club (1999). Namun sebuah film yang premisnya tentang seorang yang mempunyai 24 kepribadian tentu saja mengundang rasa penasaran yang begitu besar untuk ditonton.

Di dunia nyata kasus kriminal melibatkan seorang pengidap kepribadian ganda pernah terjadi pada seorang bernama Billy Milligan. Ia menjadi orang pertama dalam sejarah Amerika yang dibebaskan untuk kasus kejahatan serius seperti pemerkosaan dan kepemilikan senjata api. Dia dibebaskan karena dia secara tak sadar melakukan kejahatan tersebut melainkan alter ego atau kepingan pribadinya yang lain yang melakukan kejahatan tersebut. Sebegitu fenomenalnya kasus Billy Milligan hingga kisahnya diangkat ke dalam sebuah buku berjudul The Minds of Billy Milligan dan kabarnya akan diadaptasi ke dalam sebuah film.

Meski Split (2016) tidak bercerita tentang Billy Milligan, namun cerita dalam film ini sangat mirip dengan apa yang dialami oleh Billy Milligan. Sama dengan Billy Milligan, tokoh utama di film ini yang diperankan oleh James McAvoy (X-Men, Atonement) adalah seorang dengan 24 kepribadian. Seperti pada umumnya penderita kepribadian ganda, ada salah satu kepingan pribadi atau alter ego yang dominan dan memimpin. Split (2016) bercerita tentang penculikan 3 gadis remaja oleh lelaki bernama Dennis. Dennis adalah kepingan pribadi diantara 22 alter ego lain yang menempati tubuh Kevin Wendell Crumb. Dennis pulalah yang mengintimidasi dan memaksa kepingan pribadi yang lain untuk percaya bahwa akan ada karakter buas dan menakutkan sebagai kepingan pribadi ke-24 yang akan melindungi mereka. Selanjutnya cerita berjalan dengan upaya ketiga gadis meloloskan diri dan pengenalan masing-masing alter ego. Salah seorang tawanan yaitu Casey (Anya Taylor-Joy) menjadi sosok yang menonjol dan kemudian turut membangun jalan cerita sampai akhir film.

Meskipun mempunyai 24 kepribadian, tidak semua karakter dimunculkan dalam Split (2016). Selain Dennis, ada Patricia yang berkarakter perempuan, Barry si designer yang bisa bersosialisasi, Hedwig anak kecil 9 tahun, Kevin Wendell Crumb yang merupakan pribadi asli atau host ego, dan tentu saja pribadi ke-24 yaitu The Beast yang buas dan berkekuatan super. Ada dua pribadi lain yang tampil sebenarnya, Jade dan Orwell, namun hanya muncul sekilas saja.

Split (2016) merupakan tantangan sekaligus keberuntungan bagi James McAvoy untuk berperan sebagai penderita kepribadian ganda.  Bagi saya, daya tarik terbesar dari film ini adalah tuntutan bagi sang bintang utama untuk melakukan akrobat mimik dan gesture. Bahkan ada adegan dimana beberapa kepribadian muncul bergantian tumpang tindih. Suatu kesempatan berharga bagi James McAvoy untuk membuktikan kapasitasnya. Tidak istimewa namun layak dipuji usaha keras James McAvoy berakting dalam film ini. Begitupun bagi M.Night Shyamalan, meskipun Split (2016) tidak bergantung kepada kejutan di akhir cerita namun cerita kepribadian ganda ini disajikan dengan jelas dan memuaskan.

Split (2016) on IMDb

Tinggalkan Balasan