the light between oceans

The Light Between Oceans (2016)

Diantara sekian banyak novel yang kemudian berhasil diangkat ke layar lebar menjadi sebuah film berkualitas The Light Between Oceans (2016) adalah salah satunya. Novel karya M.L. Stedman yang diterbitkan pertama tahun 2012 ini diadaptasi dengan bagus oleh Derek Cianfrance (Blue Valentine, The Places Beyond the Pines) selaku sutradara dan penulis skenario.

The Light Between Oceans (2016) bercerita tentang Tom Sherbourne (Michael Fassbender), seorang pendatang di pantai Australia barat. Tom mendapatkan pekerjaan mulia sebagai penjaga mercusuar. Tom harus melalui masa percobaan dulu 3 bulan hidup seorang diri sebagai penjaga mercusuar di pulau yang diberi nama Janus Rock. Setelah masa percobaan Tom kembali ke pantai dan bertamu ke keluarga Graysmark. Saat itulah Tom bertemu dengan anak gadis Graysmark bernama Isabel (Alicia Vikander). Mereka berdua saling jatuh cinta dan menjalani LDR karena Tom harus kembali sebagai penjaga permanen mercusuar Janus Rock. Tak mau terus-terusan berjauhan, Tom dan Isabel akhirnya menikah dan memutuskan hidup bersama di Janus Rock. Meskipun hidup hanya berdua di pulau karang terpencil, Tom dan Isabel merasakan kebahagiaan dan saling melengkapi. Bahkan mereka bersiap menyambut kebahagiaan yang lebih besar saat Isabel hamil. Namun seperti ungkapan bahwa setiap kebahagiaan akan kembali pada kesedihan, kebahagiaan Tom dan Isabel harus diuji saat dua kali kehamilan Isabel berakhir dengan keguguran. Mereka berdua limbung dan berusaha bangkit dari kesedihan yang mendalam. Sampai pada suatu hari sebuah perahu kecil terdampar di Janus. Sebuah perahu kayu berisi seorang lelaki yang telah meninggal dengan seorang bayi perempuan mungil yang masih hidup. Isabel merasa bahwa Tuhan memberikan bayi tersebut sebagai pengganti dua bayinya yang tak pernah merasakan hidup di dunia. Sementara Tom sebagai penjaga mercusuar harus melaporkan ke pihak berwajib penemuan jenazah dan bayi mungil tersebut. Tom berada dipersimpangan antara menuruti keinginan istri atau loyalitas pekerjaan. Keputusan yang kemudian diambil oleh Tom kelak akan membawa mereka pada kenyataan pahit yang tak terduga.

Nominator Oscar, Michael Fassbender (Steve Jobs, Macbeth) dipertemukan dengan peraih Oscar Alicia Vikander (Danish Girl, Ex Machina). Tak perlu disangsikan lagi akting mereka memerankan karakter masing-masing. Michael Fassbender memerankan dengan bagus karakter Tom Sherbourne, seorang veteran perang yang murung, alim, penuh pengorbanan dan rasa cinta yang besar kepada Isabel. Sementara Alicia Vikander sebagai Isabel yang rapuh, innocent dan tenggelam dalam kebohongan. Ada pula peraih Oscar Rachel Weisz (Complete Unknown, The Constant Gardener) yang memerankan Hannah, peran pendukung yang muncul di pertengahan namun kehadirannya menjadi inti konflik film ini.

Apa yang unik dari The Light Between Oceans (2016) adalah cerita bagus yang dibangun dengan latar belakang kehidupan seorang penjaga mercusuar tahun 1920-an. Jaman dimana fungsi mercusuar begitu penting bagi transportasi laut. Pengorbanan seorang penjaga mercusuar yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun hidup di pulau terpencil dengan rutinitas monoton adalah sebuah cerita yang menarik. Di jaman sekarang dimana sistem navigasi laut sudah sedemikian canggih mungkin fungsi mercusuar tidak sedemikian vital. Kita sekarang mungkin mengenal mercusuar sekadar sebuah bangunan monumental menjulang tinggi di tengah lautan. Padahal ada sebuah cerita pengorbanan seorang penjaga mercusuar seperti Tom Sherbourne di masa lalu.

Menonton The Light Between Oceans (2016) adalah menonton sebuah adaptasi dengan skenario yang runtut dan bagus, seolah kita sedang membaca novelnya. Cerita yang mengalir pelan namun dengan pasti membangun konflik yang lumayan pilu. Kita patut bersedih untuk Tom dan Isabel, tapi kita juga lantas iba kepada tokoh selanjutnya yang muncul, Hannah (Rachel Weisz). Dilema yang harus dijawab, siapakah sebenarnya yang lantas layak disebut Ibu, Hannah yang melahirkan atau Isabel yang senantiasa merawat dengan limpahan kasih sayang. Apapun jawabannya, The Light Between Oceans (2016) menjadi sebuah film yang berhasil mengaduk-aduk emosi kita.

The Light Between Oceans (2016) on IMDb

Tinggalkan Balasan