The Magnificent Seven (2016)

Seven Samurai / Shicinin No Samurai (1954), sebuah karya dari sineas hebat jepang Akira Kurosawa, disebut sebagai salah satu film terbaik dan berpengaruh yang pernah dibuat sehingga menjadi film jepang yang mendunia dan menginspirasi banyak film sesudahnya.  Seven Samurai sendiri bercerita tentang 7 pendekar samurai tak bertuan (Ronin) yang direkrut untuk melawan tiran sekelompok perampok yang menguasai sebuah desa gunung.

Alur cerita merekrut orang-orang handal menjadi sebuah tim yang mematikan untuk melaksanakan suatu misi atau mengalahkan kekuatan musuh dalam Seven Samurai kemudian pula menjadi formula yang berulang-ulang ditampilkan oleh Hollywood. Dimulai dari The Magnificent Seven (1960) yang memang secara khusus mengadaptasi dari Seven Samurai, kemudian bermunculan film-film dengan formula sama,  yang paling dekat mungkin Guns of Navarone (1961), bahkan beberapa dasawarsa sesudahnya semacam Ocean Eleven (2001), hingga film komedi olahragapun terinspirasi macam The Replacements (2000) dan The Longest Yard (2005).

Kini setelah 56 tahun legenda The Magnificent Seven diremake kembali. Tidak ada yang berubah dari jalan cerita, hanya nama karakter yang berubah tidak mengulang dari versi lama demi memberikan sentuhan baru.  Tokoh Chris Larabee Adam sebagai sosok pemimpin kini ada dalam diri Sam Chisolm, Britt yang mahir bermain pisau dan pistol digantikan sosok Billy Rocks yang malahan mewakili ras asia, Josh Faraday si penjudi, koboi berdarah meksiko Vasques, si jagal Jack Horne, Goodnight Robicheaux yang krisis pede dan karakter baru Red Harvest si indian muda yang menambah heterogen kumpulan jagoan ini. Tokoh antagonis yang dahulu direpresentasikan dalam diri Calvera kini digantikan oleh Bartholomew Bogue.

Sejak trailer The Magnificent Seven dirilis film ini menjadi daftar tunggu bagi penggemar film khususnya film bergenre western. Remake film legendaris dan minimnya film bergenre western yang berkualitas dan sukses secara komersil beberapa tahun belakangan ini menjadikan film ini menghadapi ekspektasi tinggi. Tentunya ini bukanlah film western serius macam The Revenant (2015) atau sedramatis Django Unchained (2012) tapi patut diapresiasi usaha sutradara Antoine Fuqua (Training Day, Shooter) menghadirkan kembali film koboi yang sukses menampilkan maskulinitas klasik khas western dengan kuda dan para gunslinger temperamental berdarah dingin.

Jajaran cast pun cukup pas memainkan masing-masing karakternya. Yang paling menonjol tentulah Denzel Washington (The Equalizer, 2 Guns) sebagai pemimpin kawanan. Denzel is Denzel tidak jauh bergeser pembawaannya apapun tokoh yang dimainkannya. Chris Pratt kali ini juga tampil tidak buruk sebagai penjudi licik, slenge’an dan tak kenal takut, setidaknya ini masih lebih baik dibanding saat menjadi penjinak dinosaurus di Jurassic World (2015) ataupun pemimpin geng penjaga galaksi di Guardian of the Galaxy (2014). Peter Sarsgaard (Flightplan, Orphan) sebagai industrialis bengis pengeruk emas Bartholomew Bogue tidak perlu bersusah payah untuk menjadi karakter antagonis dengan sorot mata serta mimik dingin sejak awal kemunculannya di Rose Creek.

Durasi selama 2 jam 12 menit dimanfaatkan dengan baik. Separuh durasi digunakan untuk perekrutan sehingga masing-masing anggota The Magnificent bisa dikenali karakter dan spesialisasi, sedangkan separuh sisanya konflik yang berujung pertempuran masal yang sedemikian seru.  Joke-joke yang terselip dalam dialog sepanjang film juga cukup memancing tawa. Seluruh potensi bisa dioptimalkan dengan baik agar film ini menjadi utuh sampai dengan ending agar menyamai film pendahulunya atau mungkin lebih baik. Now or never, tidak ada sekuel.

Tinggalkan Balasan