Two Lovers (2008)

Apa yang paling menonjol dari film ini? Joaquin Phoenix. Ya, Joaquin Phoenix. Satu lagi penampilan prima dari Joaquin Phoenix setelah Gladiator (2000) dan Walk the Line (2005). Memerankan Leonard Kraditor, pemuda depresi  yang hidup di Brooklyn bersama orangtuanya dan kembali menghuni kamar masa kecilnya. Leonard yang terganggu mental, manic depressif, pribadi tertutup, rapuh dan sedih yang sewaktu-waktu berubah menjadi si periang yang simpatik dan menawan.

Dibuka dengan adegan percobaan bunuh diri Leonard Kraditor yang urung, kemudian kita tahu perpisahan dengan tunangannya membuat hidup Leonard menjadi semakin buruk. Ia yang tak percaya bakal menemukan cinta lagi tiba-tiba dihadapkan pada dua gadis yang berbeda. Sandra Cohen (Vinessa Shaw), gadis rumahan yang jatuh hati pada Leonard luar dalam dan ingin menolong Leonard menjadi lebih baik, dan Michelle Rausch (Gwyneth Paltrow), gadis rupawan dengan hidup nan kompleks yang membuat Leonard jatuh hati dan terobsesi.

Dengan Sandra, Leonard merasa dicintai. Kepada Michelle, Leonard jatuh hati. Lalu mana yang lebih baik? perasaaan dicintai atau mencintai. Setidaknya Leonard pria yang beruntung untuk memilih salah satu pada akhirnya.

Pemilihan Gwyneth Paltrow dan Sandra Cohen tidak mengecewakan. Gwyneth Paltrow (Shakespeare in Love, Great expectation, Bounce) layak memerankan Michelle, gadis anggun berambut emas yang sedemikian mudah membuat Leonard, mungkin semua pria, jatuh hati hanya dengan pertemuan singkat. Adapun Vinessa Shaw (The Hills Have Eyes, 3:10 to Yuma) sebagai Sandra Cohen meskipun tidak terlalu menonjol namun cukuplah berakting menjadi  seorang gadis yahudi sederhana yang naif tak mengetahui kemana sebenarnya hati Leonard mengarah. Ketulusan hati yang direpresentasikan dengan senyum setiap bertemu Leonard.

Berbeda dengan genre film-film yang pernah dibuatnya, Sutradara James Gray (Little Odessa, The Yards) kali ini berhasil memperbaiki reputasinya dengan film drama romantis berbalut konflik mental. Kerjasamanya dengan Joaquin Phoenix setelah sebelumnya dalam We Own the Night (2007) yang tidak terlalu istimewa kali ini berbuah manis.

Tinggalkan Balasan